https://jurnal.widyagama.ac.id/index.php/bowplank/issue/feed Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan (BOWPLANK) 2021-03-01T16:20:36+07:00 Program Studi Teknik Sipil sipil@widyagama.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan (BOWPLANK) adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan hasil penelitian, kajian analisis dan aplikasi di bidang : Struktur Bangunan, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, Hidrologi, Transportasi, dan Informatika Teknik Sipil, serta di bidang lingkungan.</p> https://jurnal.widyagama.ac.id/index.php/bowplank/article/view/17 ANALISIS PERBEDAAN STRUKTUR PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN BEBAN SUMBU STANDAR DAN BEBAN SUMBU RIIL 2021-02-25T19:36:28+07:00 Aburizal Abdul Rahman risalrahman07@gmail.com Aji Suraji ajisuraji@widyagama.ac.id Muhammad Cakrawala c4kra.w4l4@gmail.com <p>Perkerasan dan Struktur perkerasan merupakan struktur yang terdiri dari satu atau beberapa lapis perkerasan dari bahan-bahan yang diproses, dimana fungsinya untuk mendukung berat dari beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada konstruksi jalan itu sendiri. Sehingga diadakannya penelitian mengenai perbandingan metode Pt T-01-2002-B dan metode MPJ revisi Juni 2017 guna mencari struktur perkerasan yang baik dengan biaya yang seefisien mungkin. Dalam penelitiannya dilakukan perbandingan berdasarkan pencarian nilai angka ekivalen dengan beban sumbu terberat 10 ton berdasarkan Pt T-01-2002-B dan tabel VDF (Vehicle Damage Factor) berdasarkan metode MPJ revisi juni 2017, hasil angka ekivalen tersebut kemudian dikalikan dengan LHR dan beberapa factor pengali untuk mendapatkan nilai CESA(Cummulative Equivalent Standar Axle Load). Hasil dari nilai CESA, Reliability (R), Overal Standard Deviation (SO), Modulus Resilien efektif (MR) dan Design Serviceability (ΔPSI) dimasukan dalam tabel nomogram sehingga struktur perkerasan yang didapatkan untuk lapis permukaan sebesar 10 cm, lapis pondasi atas bersemen sebesar 7 cm, dan lapis pondasi bawah sebesar 15 cm. Pada metode MPJ 2017 nilai VDF dikalikan LHR dan beberapa factor pengali utuk mendapat nilai CESA<sup>5</sup>, hasil CESA<sup>5</sup> dicocokan dalam tabel untuk mendapatkan desain perkerasan lentur untuk opsi minimum yaitu AC WC sebesar 5 cm, AC BC sebesar 6 cm, AC BC base sebesar 22 cm, fondasi agregat kelas a sebesar 15 cm dan urugan pilihan sebesar 35 cm. Sedangkan untuk biaya nya metode Pt T-01-2002-B didapati sebesar Rp 3.693.307.000,- dan metode MPJ&nbsp; revisi Juni 2017 didapati sebesar Rp 8.940.235.000,-.</p> 2021-03-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan (BOWPLANK) https://jurnal.widyagama.ac.id/index.php/bowplank/article/view/18 KAJIAN EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG SALURAN TERHADAP DEBIT BANJIR RANCANGAN PADA PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DRAINASE KOTA KANDANGAN 2021-02-26T08:57:08+07:00 Arif Siswanto arifsiswanto86@gmail.com Riman rim_ansz@yahoo.co.id Abdul Halim halim@widyagama.ac.id <p>Meningkatnya debit air pada daerah aliran sungai (DAS) disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Salah satu cara untuk menanggulangi masalah tersebut adalah membuat saluran drainase atau saluran pembuang yang dapat mengalirkannya ke sungai. Menurunnya fungsi kapasitas tampungan air dan kurang optimalnya sistem jaringan drainase di Kota Kandangan menyebabkan terjadinya permasalahan genangan dan banjir. Langkah awal untuk pemulihan dan penanganan, peneliti melakukan kajian evaluasi kapasitas tampung saluran terhadap debit banjir rancangan untuk perencanaan sistem jaringan drainase Kota Kandangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis kapasitas tampung saluran eksisting untuk melakukan evaluasi atau penataan sistem jaringan drainase pada saluran primer yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan. Perhitungan debit banjir rancangan dengan menggunakan metode rasional pada kala ulang Q5th dan Q10th. Berdasarkan hasil analisis kapasitas tampung pada sepuluh ruas saluran drainase, terdapat 3 saluran drainase yang mampu menampung debit banjir rancangan dengan kala ulang Q5th. Sedangkan, dengan menggunakan kala ulang Q10th, hanya terdapat 2 saluran yang mampu menampung debit banjir rancangan. Untuk hasil evaluasi sistem jaringan drainase di Kota Kandangan, terdapat penambahan <em>outlet</em> saluran pembuang dan penambahan luas dimensi rata-rata 1,49% pada kala ulang Q5th dan 1,66% pada kala ulang Q10th.</p> 2021-03-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan (BOWPLANK) https://jurnal.widyagama.ac.id/index.php/bowplank/article/view/20 REDESAIN FONDASI MENERUS DENGAN FONDASI STRAUSS PADA PROYEK PEMBANGUNAN PENGEMBANGAN GEDUNG KAMPUS II UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG 2021-02-26T12:18:39+07:00 Ilyamin ilyaminteknik@gmail.com Agus Tugas Sudjianto agustugas@widyagama.ac.id Candra Aditya candra@widyagama.ac.id <p>Pembangunan struktur gedung, pertama kali dikerjakan adalah pekerjaan fondasi. Dalam merencanakan suatu fondasi untuk semua bangunan harus memperhatikan daya dukung dan biaya yang ekonomis. Proyek pembangunan pengembangan gedung kuliah Universitas Widyagama Malang memilki dua Fondasi yang berbeda yakni fondasi menerus pada bangunan lama dan fondasi Strauss pada lantai empat dan lima. Pada bangunan eksisting yang lama fondasi lajur tidak dapat diganggu dan untuk bangunan lantai empat dan lima direncanakan menggunakan fondasi Strauss. Dalam studi ini akan di analisis penggantian fondasi menerus pada bangunan lama dengan fondasi Strauss pada bangunan baru. Dari hasil perhitungan didapat daya dukung fondasi dengan menggunakan 4 tiang adalah sebesar 761.98 kN, Fondasi dengan menggunakan 6 tiang adalah sebesar 863.60 kN, Fondasi dengan menggunakan 8 tiang adalah sebesar 678.97 kN dan Fondasi yang menggunakan 12 tiang adalah sebesar 1035.061kN. Untuk Biaya fondasi Strauss yang dibutuhkan dalam Proyek Pembangunan Pengembangan Gedung Kampus II Universitas Widyagama Malang adalah sebesar Rp.3,833,300,000.00</p> 2021-03-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan (BOWPLANK) https://jurnal.widyagama.ac.id/index.php/bowplank/article/view/21 ANALISIS PORTAL BAJA PADA GEDUNG BERTINGKAT TINGGI BERDASARKAN SNI 03-1729-2002 DAN SNI 1729:2015 2021-02-07T03:48:56+07:00 Firdiatus Zuhrifah firdiasipil30@gmail.com Abdul Halim halim@widyagama.ac.id Candra Aditya candra@widyagama.ac.id <p>Perencanaan struktur harus mengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah berupa Standar Nasional Indonesia (SNI). Peraturan yang biasanya digunakan adalah SNI 03-1729-2002 mengenai “Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung” masih digunakan di Indonesia. Saat ini, peraturan yang terbaru telah dipublikasikan yaitu SNI 1729:2015 mengenai “Spesifikasi Untuk Bangunan Gedung Baja Struktural” yang mengacu kepada AISC 2010. Penerbitan kedua peraturan tersebut telah memperbarui dan melengkapi peraturan yang telah ada sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil perhitungan struktur portal baja menggunakan SNI 03-1729-2002 dengan SNI 1729:2015 dengan studi kasus di Laboratoria Kampus 3 Universitas Widyagama Malang. Hasil perhitungan portal menunjukan bahwa SNI 03-1729-2002 lebih hemat dibandingkan SNI 1729:2015.</p> 2021-03-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan (BOWPLANK) https://jurnal.widyagama.ac.id/index.php/bowplank/article/view/22 PENJADWALAN ULANG PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT PARU DUNGUS MADIUN 2021-02-08T09:00:10+07:00 Candra Widiyanti candrawidiyanti09@gmail.com Dafid Irawan dafidirawan70@gmail.com Abdul Halim halim@widyagama.ac.id <p>Ada beberapa metode penjadwalan proyek yang digunakan untuk mengelola waktu dan sumber daya proyek. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pertimbangan penggunaan metode-metode tersebut didasarkan atas kebutuhan dan hasil yang ingin dicapai terhadap kinerja penjadwalan. Kinerja penjadwalan proyek pembangunan RSUD Building Dungus Madiun berdasarkan laporan proyek pembangunan tidak ada penundaan selama 2 bulan, karena pemilik proyek menginginkan proyek selesai sesuai jadwal, sehingga durasi proyek dipercepat dari 180 hari menjadi 120 hari. Dalam penelitian ini untuk mempercepat waktu penyelesaian proyek agar tidak terjadi keterlambatan maka peneliti menggunakan metode crash program. Pada metode crash program tidak ada penambahan tenaga kerja tetapi dilakukan dengan menambah jam kerja atau lembur pada pekerjaan di jalur kritis. Hasil penjadwalan menggunakan crash program untuk mencapai durasi 180 hari hingga 120 hari membutuhkan 18 kali crash dengan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 4.788.805.576.</p> 2021-03-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan (BOWPLANK)