Klasifikasi Aroma Teh Dengan Menggunakan Sensor Gas Berbasis Arduino Uno

Authors

  • Arisudin Universitas Islam Kadiri
  • Mochtar Yahya Universitas Islam Kadiri
  • Danang Erwanto Universitas Islam Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.31328/jasee.v2i02.198

Keywords:

sensor gas, DHT-22, jaringan syaraf tiruan, teh

Abstract

Teh adalah salah satu produk minuman yang dibuat dari daun teh muda dan sudah melalui proses pengolahan seperti pelayuan, oksidasi enzimatis, penggilingan, serta pengeringan. Kandungan senyawa kimia yang ada didalam teh adalah katekin, vitamin E, vitamin C, tanin, flavonoid, theofilin, polifenol, dan sejumlah mineral seperti Mg, Ge, Mo, Se dan Zn. Sensor gas (MQ-3, MQ-4, MQ-5 dan MQ-135) serta DHT-22 yang disusun membentuk larik sensor gas diaplikasikan untuk membaca kadar gas pada uap air teh. Dalam penelitian ini sampel teh yang digunakan meliputi teh oolong, teh hitam, teh hijau, dan teh putih. Dari penelitian ini aroma teh dapat dibaca oleh sistem yang telah dibuat dan diklasifikasikan jenis tehnya menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan dan diperoleh hasil berupa akurasi dengan nilai 0,71, presisi dengan nilai 0,71, Recal dengan nilai 0,72 dan f-measure dengan nilai 0,71.

References

S. Suwardi, “Sistem Pengenalan Aroma Teh Dalam Instrumen Penciuman Elektronik Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan,” GRADIEN J. Ilm. MIPA, vol. 8, no. 2, hal. 796–801, 2012.

H. M. Zhang, F. L. Chang, Y. C. Yu, Y. J. He, H. Li, dan X. C. Chen, “Application of Electronic Nose in Tea Quality Recognition,” in Advanced Materials Research, 2012, vol. 422, hal. 43–46.

M. Sharma, D. Ghosh, dan N. Bhattacharya, “Electronic Nose--A new way for predicting the optimum point of fermentation of Black Tea,” Int J Eng Sci Inven., vol. 2, hal. 56–60, 2013.

O. A. Putra, F. Firdaus, dan M. H. Hersyah, “Identifikasi Aroma Teh Dengan E-nose Menggunakan Metode Backpropagation,” Pros. Semnastek, 2015.

M. M. Arifin dan Y. B. Utomo, “Expert System to Diagnose Computer Hardware Damage Using Artificial Neural Networks,” JTECS J. Sist. Telekomun. Elektron. Sist. Kontrol Power Sist. dan Komput., vol. 1, no. 1, hal. 75–84, 2020.

N. A. Sabuag, J. Ricohermoso, M. J. Amper, R. A. Espino, dan R. Luna, “Ambient Air Quality Measurement using ATmega328 Microcontroller and MQ-135 Gas Sensor for Vehicular Emission Detection along commercial roads of Metro Manila,” in [2019-MADRID] Congreso Internacional de Tecnolog{’i}a, Ciencia y Sociedad, 2019.

P. Sahu, S. Dixit, S. Mishra, dan S. Srivastava, “Alcohol detection based engine locking system using MQ-3 sensor,” Int. Res. J. Eng. Technol., vol. 4, no. 4, hal. 979–981, 2017.

O. Anisa, “Rancang Bangun Pengukur Kadar Gas Metana Pada Lahan Gambut Menggunakan Sms gateway Dan Sensor MQ4 berbasis Mikrokontroler,” POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA, 2017.

R. L. Ismai, J. E. Suseno, dan S. Suryono, “Rancang bangun sistem pengaman kebocoran gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) menggunakan mikrokontroler,” Youngster Phys. J., vol. 6, no. 4, hal. 368–376, 2017.

N. S. Devi, D. Erwanto, dan Y. B. Utomo, “Perancangan Sistem Kontrol Suhu Dan Kelembaban Pada Ruangan Budidaya Jamur Tiram Berbasis IoT,” MULTITEK Indones., vol. 12, no. 2, hal. 104–113, 2018.

S. Rahardiansyah, D. Siswanto, F. Rofii, dan M. I. Fanani, “Kendali Pengunci Pintu Secara Nirkabel Menggunakan Wemos Arduino,” JASEE J. Appl. Sci. Electr. Eng., vol. 1, no. 02, hal. 127–142, 2020.

D. Chicco dan G. Jurman, “The advantages of the Matthews correlation coefficient (MCC) over F1 score and accuracy in binary classification evaluation,” BMC Genomics, vol. 21, no. 1, hal. 1–13, 2020.

Published

2021-09-30

How to Cite

[1]
Arisudin, M. Yahya, and D. Erwanto, “Klasifikasi Aroma Teh Dengan Menggunakan Sensor Gas Berbasis Arduino Uno”, JASEE, vol. 2, no. 02, pp. 115-127, Sep. 2021.

Issue

Section

Electrical and Electronics