ANALISIS PERBEDAAN STRUKTUR PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN BEBAN SUMBU STANDAR DAN BEBAN SUMBU RIIL

Authors

  • Aburizal Abdul Rahman Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang
  • Aji Suraji Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang
  • Muhammad Cakrawala Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang

Keywords:

Struktur Perkerasan, Perkerasan Lentur, CESA, Beban Sumbu Standar, Beban Sumbu Rill

Abstract

Perkerasan dan Struktur perkerasan merupakan struktur yang terdiri dari satu atau beberapa lapis perkerasan dari bahan-bahan yang diproses, dimana fungsinya untuk mendukung berat dari beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada konstruksi jalan itu sendiri. Sehingga diadakannya penelitian mengenai perbandingan metode Pt T-01-2002-B dan metode MPJ revisi Juni 2017 guna mencari struktur perkerasan yang baik dengan biaya yang seefisien mungkin. Dalam penelitiannya dilakukan perbandingan berdasarkan pencarian nilai angka ekivalen dengan beban sumbu terberat 10 ton berdasarkan Pt T-01-2002-B dan tabel VDF (Vehicle Damage Factor) berdasarkan metode MPJ revisi juni 2017, hasil angka ekivalen tersebut kemudian dikalikan dengan LHR dan beberapa factor pengali untuk mendapatkan nilai CESA(Cummulative Equivalent Standar Axle Load). Hasil dari nilai CESA, Reliability (R), Overal Standard Deviation (SO), Modulus Resilien efektif (MR) dan Design Serviceability (ΔPSI) dimasukan dalam tabel nomogram sehingga struktur perkerasan yang didapatkan untuk lapis permukaan sebesar 10 cm, lapis pondasi atas bersemen sebesar 7 cm, dan lapis pondasi bawah sebesar 15 cm. Pada metode MPJ 2017 nilai VDF dikalikan LHR dan beberapa factor pengali utuk mendapat nilai CESA5, hasil CESA5 dicocokan dalam tabel untuk mendapatkan desain perkerasan lentur untuk opsi minimum yaitu AC WC sebesar 5 cm, AC BC sebesar 6 cm, AC BC base sebesar 22 cm, fondasi agregat kelas a sebesar 15 cm dan urugan pilihan sebesar 35 cm. Sedangkan untuk biaya nya metode Pt T-01-2002-B didapati sebesar Rp 3.693.307.000,- dan metode MPJ  revisi Juni 2017 didapati sebesar Rp 8.940.235.000,-.

References

L. A. J. Ahmed and A. F. Sabri, “Study the Using of Reed Mats in Asphalt Pvement Layers,” Civil Engineering Journal, vol. 4, no. 2, pp. 346–362, 2018.

A. H. Albayati, H. Al-Mosawe, A. T. Fadhil, and A. A. Allawi, “Equivalent Modulus of Asphalt Concrete Layers,” Civil Engineering Journal, University of Baghdad, vol. 4, no. 10, pp. 2264–2274, 2018.

A. Suraji, A. T. Sudjianto, Riman, and C. Aditya, “Pengaruh Beban Lebih (Overload) Kendaraan Berat Terhadap Faktor Ekivalen Beban (VDF) Pada Ruas Jalan Caruban-Ngawi,” Surabaya, 2016, pp. 104–113.

A. Suraji and A. T. Sudjianto, “Review Desaign Struktur Perkerasan Jalan Dengan Mempertimbangkan Pengaruh Beban Lebih (Overload),” 2016, pp. TS18–TS23.

A. Suraji, A. T. Sudjianto, Riman, and C. Aditya, “Karakteristik Arus Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Caruban-Ngawi Dan Proporsi Kendaraan Berat Selama 24 jam pengamatan,” presented at the Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (ATPW)., 2017.

M. N. A. Aris, G. Simbolan, B. H. Setiadji, and S. Supriyono, “Analisis Perbandingan Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan Lentur Menggunakan Beberapa Metode Bina Marga,” Semarang : Jurnal Karya Teknik Sipil, vol. 4, no. 4, pp. 380–393, 2015.

N. Pradani, M. Sadli, and D. Fithriayuni, “Analisis Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Metode PD T-01-2002-B, Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Dan Metode Nottingham Pada Ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai Palu. Palu,” Jurnal Fropil, vol. 4, no. 2, pp. 140–155, 2016.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34, “Jalan.” Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian dan Industri, 2006, Accessed: Feb. 25, 2021. [Online]. Available: https://pelayanan.jakarta.go.id/download/regulasi/peraturan-pemerintah-nomor-34-tahun-2006-tentang-jalan.pdf.

C. H. Oglesby, Teknik Jalan Raya Jilid 1. Jakarta: Gramedia, 1999.

Departemen Pekerjaan Umum, “Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen 2,” Yayasan Badan Penerbit PU, p. 41, 1987.

Menteri Pekerjaan Umum, Manual Perkerasan Jalan (Revisi Juni 2017) Nomor 04/SE/Db/2017. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Marga., 2017.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, “Manual Desain Perkerasan Jalan (Revisi 2017) Nomor 02/M/BM/2017.” Direktorat Jenderal Bina Marga, 2017.

Direktorat Jendral Bina Marga, Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasaan Lentur PT T-01-2002-B. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan, 2002.

Downloads

Published

2021-03-01

Issue

Section

FOKUS DAN CAKUPAN