Kajian Keretakan Pelat dan Daya Serap Air Dengan Penambahan GGBFS Pada Campuran Mortar

Authors

  • Isidoro M. Soares MINISTÉRIO DESENVOLVIMENTO RURAL E HABITAÇÃO COMUNITÁRIA
  • Abdul Halim Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang
  • Candra Aditya Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang
  • Anis Purwaningsih Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang

DOI:

https://doi.org/10.31328/bouwplank.v6i1.1004

Keywords:

Mortar, GGBFS, Daya Serap Air, Kuat Lentur, Lebar Retak, Pola Retak

Abstract

Retak yang terjadi pada sebuah struktur bangunan memicu berbagai masalah krusial, mulai dari menurunnya kekuatan struktural, kapasitas beban bangunan hingga risiko kebocoran. Celah ini menjadi jalur masuknya air dan zat kimia, yang cepat atau lambat memicu korosi pada tulangan baja di dalam beton. Oleh karena itu diperlukan semen sebagai perekat yang mampu menutup rapat seluruh pori-pori pada mortar beton sehingga dapat mengurangi lebar retak. Penelitian ini memanfaatkan produk Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau yang lebih sering disebut sebagai semen slag untuk mengganti sebagian semen dengan persentase 0%, 10%, 20% dan 30%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan GGBFS pada campuran mortar terhadap daya serap air, kuat lentur, lebar retak dan pola retak. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium. Hasil pengujian daya serap air tanpa GGBFS sebesar 4,20%, sedangkan GGBFS 10%, 20%, 30% daya serap air menjadi 4,14%, 2,73%, 2,74%. Hasil perhitungan kuat lentur tanpa GGBFS sebesar 70,9 kg/cm2, namun dengan GGBFS 10%, 20% 30%  kuat lentur menjadi 44,2 kg/cm2, 77,6 kg/cm2, 80,9 kg/cm2. Hasil pengujian lebar retak pada mortar tanpa GGBFS sebesar 0,123 mm, namun dengan GGBFS10%, 20%, 30% lebar retak menjadi 2,499 mm, 0,107 mm, 0,076 mm. Berdasarkan mekanisme pola retak dan lebar retak, menunjukkan bahwa semua hasil pengujian pola retak pada benda uji pelat GGBFS 0%, 10%, 20%, dan 30%, mempunyai perilaku pola retak dominan retak lentur. Hasil uji anova daya serap air GGBFS 10%, 20%, dan 30% berpengaruh terhadap mortar dengan nilai F 41,58 hitung > F tabel 4,066, hasil uji anova kuat lentur GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 9,068 > F tabel 4,066, dan hasil uji anova lebar retak GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 22,911 > F tabel 4,066.

References

Badan Standarisasi Nasional, “SNI 6385-2016 Spesifikasi semen slag untuk digunakan dalam beton dan mortar,” SNI 6385-2016 Spesifikasi semen slag untuk digunakan dalam beton dan mortar, 2016.

N. M. Syafiq, “Pengaruh Perbandingan Aktivator Terhadap Sifat Mekanik Beton Geopolimer Berbasis Ground Granulated Blast Furnace Slag,” Tugas Akhir, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2020.

S. M. Dewi, L. Susanti, and H. Suseno, “Effects of GGBFS to the Compressive Strength, Workability and Time Span Between Mixing and Compacting of Concrete Paste,” International Journal of Civil Engineering and Technology (IJCIET), vol. 10, no. 3, 2019.

M. Yunanda, “Perbandingan Kuat Tekan Mortar Dengan Memanfaatkan Coal Ash Waste,” Jurnal Teknik Sipil, vol. 7, no. 2, 2019, doi: 10.36546/tekniksipil.v7i2.241.

K. Tjokrodimuljo, “Teknologi Beton, Buku Ajar,” Jurusan Teknik Sipil–Magister Teknologi Bahan Bangunan–Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Yogyakarta, 2007.

SNI 03-6820-2002, “Spesifikasi Agregat Halus Untuk Pekerjaan Adukan dan Plesteran Dengan Bahan Dasar Semen,” SNI 03-6820-2002 Badan Standardisasi Nasional, 2002.

ACI Committee 549, Design Guide for Ferrocement ACI 549, vol. 549. ACI Committee 549, 2008.

N. Wahid and M. Taufan, “Pemanfaatan GGBFS Sebagai Bahan Tambah Aduk Mortar,” Potensi : Jurnal Sipil Politeknik, vol. 22, no. 1, pp. 44–54, 2020, doi: 10.35313/potensi.v22i1.1788.

A. Dasar, D. Patah, N. Okviyani, and M. Amin, “Pengaruh Palm Oil Fuel Ash terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air pada Bata Ringan Tipe CLC,” Jurnal Konstruksi, vol. 24, no. 1, pp. 1146–1155, 2026.

N. Samudra, H. S. Djayaprabha, and D. Darapuspa, “Kajian Eksperimental untuk Mengukur Kinerja Ground Granulated Blast Furnace Slag sebagai Pengganti Sebagian Semen terhadap Kekuatan Tekan dan Sorptivitas Self-Compacting Mortar,” Journal of Sustainable Construction, vol. 4, no. 1, 2024, doi: 10.26593/josc.v4i1.7805.

P. R. T. Naibaho, E. H. Manurung, and A. Susanto, Kajian Beton Normal Menggunakan Semen Granulatted Blast Furnance Slag (GBFS). Penerbit Insania, 2021.

M. A. Anggara and C. Afriade Siregar, “Analisis Kinerja Beton Dengan Bahan Tambah Ground Granulated Blast Furnace (GGBF) Slag,” Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS), vol. 4, no. 1, 2024, doi: 10.32897/simteks.v4i1.3432.

N. N. Sibarani, “Pengaruh Suhu Curing Terhadap Sifat Mekanik Beton Geopolimer Berbasis Ground Granulated Blast Furnace Slag,” Tugas Akhir, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2020.

F. D. M. Loe, A. Halim, and A. Purwaningsih, “Pengaruh Penambahan Ggbfs Pada Campuran Mortar Terhadap Rembesan Dan Waktu Ikat,” BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan, vol. 5, no. 2, pp. 1–7, 2025.

A. Purwaningsih, S. M. Dewi, and L. Susanti, “Strength and permeability of ferrocement structure by using ground granulated blast furnace slag,” Sinergi (Indonesia), vol. 28, no. 2, 2024, doi: 10.22441/sinergi.2024.2.021.

Gambar 4. Grafik Hubungan Lebar Retak dan Beban Benda Uji 10%

Published

2026-04-27