PENGARUH PENAMBAHAN GGBFS PADA CAMPURAN MORTAR TERHADAP REMBESAN DAN WAKTU IKAT
DOI:
https://doi.org/10.31328/bouwplank.v5i2.856Keywords:
GGBFS, Waktu Ikat Mortar, Rembesan MortarAbstract
Mortar adalah salah satu bahan bangunan yang berfungsi sebagai pengikat atau perekat pada campuran beton. GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag) merupakan material semen tambahan ramah lingkungan hasil limbah sampingan dari proses peleburan besi di tanur tinggi yang dihaluskan. GGBFS ini digunakan sebagai pengganti Sebagian semen (substitusi) pada campuran mortar atau beton untuk meningkatkan kuat tekan, daya tahan (durabilitas) dan mengurangi emisi CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi persentase GGBFS terhadap kedalaman rembesan dan waktu ikat pada mortar. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengujian rembesan campuran mortar GGBFS 0% atau tanpa bahan tambah rembesan didapat nilai 22,3 mm. Pada persentase GGBFS 10%, 20% dan 30% terjadi penurunan kedalaman rembesan senilai 9,7 mm, 9,3 mm, dan 9,0 mm. Adanya penambahan GGBFS ternyata membuat bahan semakin kedap terhadap air. Untuk waktu ikat awal GGBFS 10% terjadi pengikatan paling cepat yaitu 100 menit lebih cepat dibandingkan dengan waktu ikat awal mortar tanpa GGBFS, sedangkan waktu ikat akhir lebih cepat 70 menit dari mortar tanpa GGBFS. Penambahan GGBFS sangat berpengaruh terhadap rembesan untuk meningkatkan kekedapan air dan waktu pengerasan pada mortar.
References
C. Bilim, C. D. Atiş, H. Tanyildizi, and O. Karahan, “Predicting the compressive strength of ground granulated blast furnace slag concrete using artificial neural network,” Advances in Engineering Software, vol. 40, no. 5, pp. 334–340, 2009, doi: 10.1016/j.advengsoft.2008.05.005.
A. C. Imam, A. Susilowati, and Pratikto, “Pengaruh Ground Granulated Blast Furnace Slag Sebagai Pengganti Sebagian Semen Pada Papan Serat Ringan,” Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan, vol. 9, no. 1, 2022, doi: 10.33197/jitter.vol9.iss1.2022.923.
A. Susilowati and I. Yusra, “Kuat Tekan Beton Campuran GGBFS Dan Fly Ash Menggunakan Retarder,” PROKONS Jurusan Teknik Sipil, vol. 15, no. 1, 2021, doi: 10.33795/prokons.v15i1.281.
C. Bilim, C. D. Atiş, H. Tanyildizi, and O. Karahan, “Predicting the compressive strength of ground granulated blast furnace slag concrete using artificial neural network,” Advances in Engineering Software, vol. 40, no. 5, 2009, doi: 10.1016/j.advengsoft.2008.05.005.
H. Sugiharto, W. Foek Tjong, A. Surya, and K. Wibowo, “Rancang Bangun Alat Uji Permeabilitas Beton,” Civil Engineering Dimension, vol. 6, no. 2, 2004.
S. Zuraidah and B. Hastono, “Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan,” Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil, vol. 1, no. 1, 2018, doi: 10.25139/jprs.v1i1.801.
S. Zuraidah and B. Hastono, “Serbuk Kapur Sebagai Cementitious Pada Mortar,” Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura, vol. 2, no. 1, 2017.
S. Zuraidah and B. Hastono, “Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan,” Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil, vol. 1, no. 1, pp. 8–13, 2018, doi: 10.25139/jprs.v1i1.801.
R. N. Arini, N. Warastuti, and M. W. K. Darmawan, “Analisis Kuat Tekan Dengan Aplikasi Ground Granulated Blast Furnace Slag Sebagai Pengganti Sebagian Semen Pada Campuran Beton,” Jurnal Konstruksia, vol. 10, no. 1, 2019.
Badan Standardisasi Nasional (BSN), “SNI 7064-2014 Semen Portland Komposit,” Badan Standardisasi Nasional (BSN), 2014.
D. Rose and A. G. Krupp Polysius, “Granulated blast furnace slag grinding,” World Cement, vol. 31, no. 9, 2000.
A. H. Priambodo and A. Susilowati, “Karakteristik Beton dengan Campuran Fly Ash dan GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag),” Seminar Nasional Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta, pp. 746–751, 2019.
H.-W. Song, S.-J. Kwon, S.-W. Lee, and K.-J. Byun, “A Study on Resistance of Chloride Ion Penetration in Ground Granulated Blast-Furnace Slag Concrete,” Journal of the Korea Concrete Institute, vol. 15, no. 3, 2003, doi: 10.4334/jkci.2003.15.3.400.
N. Wahid and M. Taufan, “Pemanfaatan GGBFS Sebagai Bahan Tambah Aduk Mortar,” Potensi : Jurnal Sipil Politeknik, vol. 22, no. 1, pp. 44–54, 2020, doi: 10.35313/potensi.v22i1.1788.
G. A. Karim, E. Susilowati, and W. Pratiwi, “Pengaruh Ground Granulated Blast Furnace Slag Terhadap Sifat Fisika Semen Portland Jenis-I the Effect of Ground Granulated Blast Furnace Slag on Physical Properties of Portland Cement Type I,” Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik, vol. 8, pp. 47–52, 2018.
A. Purwaningsih, S. M. Dewi, and L. Susanti, “Strength and permeability of ferrocement structure by using ground granulated blast furnace slag,” Sinergi (Indonesia), vol. 28, no. 2, 2024, doi: 10.22441/sinergi.2024.2.021.
handoko barata yuda 2 Firdaus1, “Waktu Ikat Mortar Semen Geopolymer Berbasis Fly Ash Dan Kapur,” Jurnal Tekno, vol. Vol. 16, no. April, 2019.


.png)
.png)

